RAPAT REDAKSI NUsa

Akhmad Zaini (Pimred Tabloid NUsa) memimpin rapat redaksi di halaman kampus STITMA Tuban.

DIKLAT JURNALISTIK

Peserta diklat jurnalistik dan crew Tabloid NUsa berpose bersama usai kegiatan diklat.

SILLATURRAHMI

Ketua LP. Ma'arif NU Kab. Tuban dan Pimred Tabloid NUsa berkunjung ke Rumah Gus Rozin (Putra KH. Sahal Mahfudz).

NUsa PEDULI SPESIAL

Mustain Syukur (Ketua PCNU Kab.Tuban) dan Fathul Huda (Penasehat LP. Ma'arif NU Tuban) berpose bersama siswa yang mendapatkan santunan NUsa Peduli.

STUDY BANDING LP. MA'ARIF NU KAB. TUBAN

Akhmad Zaini, ketua LP. Ma'arif NU Kabupatn Tuban saat menerima cinderamata dari LP. Ma'arif Kab. Pasuruan.

RAPAT BERSAMA

Pengurus PCNU, Pengurus LP. Ma'arif NU, PC.Muslimat Tuban, PC.Fatayat NU Tuban saat rapat bersama membahas pendidikan di Kabupaten Tuban.

GROUP SHOLAWAT SMK YPM 12 TUBAN

Group Sholawat Al-Banjari SMK YPM 12 Tuban melantunkan tembang sholawat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

TURBA MAARIF NU TUBAN KE RENGEL

Group Sholawat Al-Banjari SMK YPM 12 Tuban melantunkan tembang sholawat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

NUsa PEDULI EDISI 23

Tiga siswa berada di naungan LP. Ma’arif menerima santunan yang diberikan langsung oleh Dirjen Pendis (kanan) dan Kapala Kemenag Tuban.

PENGURUS PC. LP MA’ARIF NU

Beberapa Pengurus PC. LP Ma’arif NU Tuban siap bekerjasama demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Tuban.

AVANZA UNTUK OPERASIONAL MA’ARIF NU TUBAN

Zaini (Ketua PC. LP. Ma'arif) menerima hadiah mobil dari Bupati Tuban secara simbolis pada acara Rakor kepala sekolah dan pengurus yayaasan se-kabupaten Tuban.

PRESTASI FATAYAT

Fatayat NU Tuban Masuk 10 Besar Lomba Rias Provinsi.

JUARA MTK

Beberapa Crew Tabloid NUsa, mereka semua generasi dari NU berasal dari Tuban, Lamongan dan Bojonegoro.

TIM TABLOID NUsa

Beberapa Crew Tabloid NUsa, mereka semua generasi dari NU berasal dari Tuban, Lamongan dan Bojonegoro.

Tampilkan postingan dengan label RUBRIK KILAS PERISTIWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RUBRIK KILAS PERISTIWA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Oktober 2015

Soekarwo Terpikat pada Alat Ciptaan Siswa SMK YPM



TUBAN KOTA-Prestasi SMK YPM 12 Tuban semakin menanjak. Baru-baru ini, SMK yang didaulat PCLP Ma’arif NU Tuban sebagai SMK unggulan milik Ma’arif ini kembali mengikuti pameran hasil kreasi siswa tingkat provinsi.
Tepatnya pada Kamis sampai Minggu (17-20/09/2015) lalu, SMK YPM ikut serta mewakili Tuban dalam ajang Pameran Karya Siswa SMK-Perguruan Tinggi dan Bursa Kerja Jawa Timur 2015 di JX International Convention Exhibition (Gedung Jatim Expo) Jl. Ahmad Yani No. 99 Surabaya.
Dalam ajang itu, SMK YPM memamerkan 3 alat ciptaan siswa-siswinya. Pertama, alat penyiram tanaman berbasis mikro. Menurut penuturan Rahmad Sampurno (kepala SMK YPM), alat ini secara fisik hampir sama dengan alat penyiram tanaman yang lainnya. Namun, yang menjadikan alat ini istimewa adalah alat ini memiliki bagian khusus yang mampu mendeteksi kelembaban tanah. Jika tanah telah basah, maka alat penyiram ini tidak akan bekerja. Namun, jika tanahnya kering, maka secara otomatis alat ini akan bekerja.
Kedua, becak listrik generasi II. Jika dulu pada becak listrik generasi I, motor penggeraknya berarus DC (baca: searah), maka dalam becak listrik generasi II ini motor yang dipakai adalah BLDC (penggabungan antara arus searah dan arus bolak-balik).
Ketiga adalah alat pembunuh hama. Alat ini sepintas seperti raket nyamuk yang didesai sedemikian rupa. Di bagian tengah jaring diberi lampu. Ternyata, lampu itu mampu menjadi perayu hama, sepeti nyamuk, untuk mendekat. “Sebelum nyamuk sampai pada jarring, nyamuk sudah bisa dipastikan mati,” kata Rohmad.

Tidak disangka, ketiga alat yang dipamerka SMK YPM ini mampu memikat hati Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ibu. Di stand SMK YPM, Bu Karwo berbincang agak lama untuk mengetahui kelebihan-kelebihan alat ciptaan anak-anak nahdliyin yang ada di Tuban ini. (wakhid)

Sabtu, 26 September 2015

Bersholawat Bersama Majlis Ar Ridwan Tuban



PLUMPANG – Kerjasama yang baik antara Ikatan Pemuda Dempel (IPD) Desa Sumberagung Kecamatan Plumpang bersama Majlis Ta’lim Wal Maulid Ar Ridwan Tuban membuahkan hasil. Kemarin malam (26/09/2015) mereka sukses menyelenggarakan “DEMPEL BERSHOLAWAT” di halaman Masjid Nur Hadi dusun setempat. Acara yang baru perdana terselengara ini, terlaksana dalam rangka hari ulang tahun IPD yang ke-1  dan rangkaian kegiatan HUT 1 Ar Ridwan Tuban dengan puncak acara di alun-alun kota Tuban (03/10/15).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh pengasuh Ar Ridwan Tuban Habib Husaen bin Thoha Al Ba’agil, Dampi Tuban Yulianto, Camat Plumpang Drs. Sudarmadji, M.Si, Ta’mir Masjid K. Mukhid Nurhadi, bersama ratusan simpatisan ar Ridwan membaur bersama masyarakat hampir 500 lebih membanjiri halaman masjid tersebut. Bahkan dengan suara merdu alunan sholawat menjadikan Suasana lebih terasa.
 Menurut ketua Ikatan Pemuda Dempel (IPD) ustadz Muhammad Ridwan mengatakan bahwa kegiatan ini sudah terlaksana baru pertama kalinya. Sebagai perdana selaligus menggugah para pemuda pemudi untuk melestarikan sholawat nabi sebagai ikhtiyar dalam membangun ukhuwah islamiyah. “Kegiatan yang terselenggara ini adalah buah manis pikiran positif dari para pemuda dempel. Semoga bisa istiqomah dengan ini kita bisa bangun ukhuwah islamiyah, dengan sholawat akan membawa berkah untuk kita semua, aamiin,” kata dia saat menyampaikan kata sambutan.
Hal serupa pun di utarakan oleh ketua majlis ta’lim wal mauled Ar Ridwan Tuban, Ustadz Basuki Mulyanto, S.Pd.I. Di sela-sela kesibukannya, kepada NUsa mengatakan bahwa kegiatan ini adalah langkah awal untuk membumikan sholawat bersama masyarakat dengan membuat relasi sampai di Plumpang (korrdinator wilayah, red) ini agar seluruh pemuda Tuban cinta sholawat sebagai rasa mahabbah pada sang nabi. “Ini bagian dari rutunitas kami setiap minggunya. Selain di sekitar Kota Tuban, kita juga alhamdulilah sudah  mempunyai Korwil ((korrdinator wilayah, red) di Palang dan Bancar. Alhamdulilah kepercayaannya pun terasa dengan adanya majlis ini,” tambah salah satu simpatisan Ar Ridwan asal Bojonegoro tersebut. (edy).

Minggu, 20 September 2015

Semanding Sukses Adakan Makesta



SEMANDING- Kemarin (Sabtu- Ahad, 19-20 September 2015), tiem kaderisasi PAC IPNU IPPNU Kecamatan Semanding sukses mengadakan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) dan training of motivasi dan Hipnoterpy untuk pertama kalinya setelah bulan kemarin (06/06/15) melantik hampir 14 ranting dan 1 Komisariat, kegiatan yang mengusung tema “mencetak kader yang militan dan loyal pada organisasi” kala itu diselenggarakan di komplek masjid Nurul Jannah dan gedung TPQ Matholiul anwar Desa Ngino Semanding Tuban.

Ketua Panitia Khabul Saad Fajri dalam sambuatannya mengatakan bahwa kegiatan makesta ini sebagai langkah awal untuk menggapai masa depan agar bisa melangkah lebih jauh dalam menjalankan oraginisasi, tambah ketua PAC IPNU Semanding M. Yasin Yusuf yang berharap semoga dengan acara ini bisa membentuk karakter kader untuk mengetahui NU melalui makesta agar belajar, berjuang dan bertaqwa yang menjadi motto kita tetap menggema dan teralisasi dengan baik dengan ikuti seksama materi yang di sampaikan nanti “ saatnya kita belajar merasa memiliki organisasi agar tetap bisa mengembangkan sayap dengan cara ikuti makesta dengan baik “ harapan ketua asal desa tunah tersebut. (edy)

Minggu, 09 Agustus 2015

Lazisnu Rengel Salurkan Zakat Mal



RENGEL – Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) MWC Kecamatan Rengel sukses menyelenggarakan penyaluran Zakat amal di pendopo kecamatan setempat pada 9 Juli 2015 lalu. Acara rutin tahunan ini dihadiri oleh 630 fakir-miskin yang berasal dari 16 ranting yang ada di Kecamatan Rengel. Mereka mendapatkan santunan Rp. 60.000,- per orang.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh para Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Rengel di antaranya Camat Rengel Drs. Mahmud, MSi, Danramil Infantri Subiyanto, dan Kapolsek AKB Musa Baktiar. Nampak terlihat pula para petinggi NU, Rois Syuri’ah KH. Abdussalam Zakaria, BA, Ketua Tanfidhiyah K. Ahmad Damanhuri, S.Pd.I  beserta para pimpinan Ranting NU.
 Menurut ketua Tanfidiyah K. Damanhuri, S.Pd.I bahwa kegiatan ini sudah terlaksnana selama tiga tahun. Bahkan setiap ada peningkatan zakat yang dihimpun oleh pengurus, maka pengurus akan menyalurkannya. Seperti dalam kegiatan lailatul Ijtimak di ranting-ranting NU se kecamatan rengel. LAZISNU selalu menyisipkan kegiatan penyaluran. Minimal 1 juta untuk 20 orang.

Penyaluran Zakat dengan pertanggung jawaban yang terbuka dan tranparan memiliki banyak manfaat selain kepedulian  sosial juga untuk menggugah hati masyarakat berderma di jalan kebaikan (sabilul khoir). “Dengan keuangan organisasi yang tertata baik dan tranparan akan mengundang masyarakat untuk ikut investasi ukhrowi melalui organisasi NU ini,” ungkap Kiai. (edy).

Senin, 15 Juni 2015

Yayasan Mabarrot Berbagi 400 Bingkisan ke Warga

Panitia Maqbarot saat memberikan bingkisan ke salah satu warga beberapa waktu lalu.

TUBAN KOTA-Yayasan Mabarrota Sunan Bonang telah berbagi sebanyak 400 bingkisan kepada warga sekitar kompleks makam Sunan Bonang di Kelurahan Kuterojo pada 15 Juni 2015 lalu. Bingkisan tersebut berisi 10 kilogram beras dan diberikan pada warga yang berhak menerima.
“Bingkisan tersebut hanya diberikan pada warga Kutorejo yang berhak menerimanya. Mekanisme pemilihannya dengan koordinasi dengan RT,” kata Ketua Yayasan Mabarrot Sunan Bonang, KH. Ahmad Mundzir.
Dijelaskannya, kegiatan ini sudah dilakukan sejak 3 tahun yang laludan dilaksanakan setiap bulan puasa. Penyaluran bingkisan tahun ini lebih banyak bila dibandingkan yang sebelumnya sekitar 350 bingkisan. Selain itu, kegiatan sosial lain yang diagendakan yayasan terhitung masih banyak. Seperti pemberian beasiswa, membantu santunan yatim di panti asuahan maupun yang lainnya.
“Dana ini dari masyarakat ya dikemblikan untuk masyarkat yang butuh. Kami juga membantu warga Kutorejo yang memerlukan kebutuhan insidental,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kesekretariatan Yayasan Mabarrot Sunan Bonang, Ilham Abdul Muhith menambahkan, kegiatan ini sudah rutin digelar guna menjalin silaturrahim dengan masyarakat. Selain itu, menjaga tradisi yang sudah diajarkan Sunan Bonang untuk selalu dekat dengan masyarakat serta membangun jiwa sosial.
“Kegiatan ini sudah tradisi, insya’Allah tahun yang akan datang juga akan dilakukan kegiatan yang serupa,” tutupnya. (suwandi)

Sabtu, 13 Juni 2015

KONFERANCAB PAC IPNU IPPNU WIDANG, LAHIRKAN KETUA BARU



WIDANG – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Widang selalu menunjukkan eksistensinya. Setelah mengadakan Lakmud, pada Sabtu sampai Minggu (13-14 Juni 2015) lalu mereka kembali mengadakan gawe besar, Konferensi Anak Cabang (Konferancab) IPNU-IPPNU periode 2013-2015 di gedung MI Azhariyah, Desa Tegalrejo, Kecamatan Widang. Acara tersebut bertema “mewujudkan kader NU yang cinta lingkungan dan memperkuat ideologi Ahlussunah Waljama’ah” tersebut.
Kegiatan pra permusyawaratan tertinggi di jajaran PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Widang periode 2013-2015 itu mempunyai rangkaian agenda yang padat pula. Di antara kegiatan itu adalah kegiatan pecinta alam dengan penanaman 1.000 pohon yang bekerja sama dengan Mongrove Center Tuban. “Senang, kader IPNU-IPPNU mempunyai jiwa sosialis tinggi seperti ini. Sebagai bentuk cinta kita pada lingkungan agar menghindari abrasi di lautan sedangkan di bengawan menghindari pengikisan tanah dari banjir, yang Widang juga sangat rawan akan kejadian bencana tersebut. Semoga bisa membantu,” kata Syaiful Huda, Ketua MWC NU Widanag saat menyampaikan kata sambutan.

Dalam acara ini, rekan Ahmad Fauzi dari Minohorejo dan rekanita Ida Novianti dari Tegalrejo berhasil terpilih menjadi Ketua PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Widang selanjutnya. (edy)

Senin, 26 Januari 2015

ISHARI Tuban Mulai Eksis

RAKER RENGEL: PC ISHARI Tuban berkumpul bersama mengeksiskan kembali seni hadrah di Tuban. 
TUBAN KOTA- Berkeinginan kuat agar organisasi hadrah tradisinal Islam ISHARI dikenal dan dirasakan eksistensinya oleh masyarakat Tuban, pada akhir 2014 ini Pengurus Cabang ISHARI Tuban melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) pada 26 Desember 2014 lalu. Acara yang baru pertama kali digelar itu ditempatkan di Ponpes Al-Hidayah, Jl. Lukman hakim, Kelurahan Doromukti, Kabupaten Tuban. Tempat itu dipilih karena konon saat Masjid Al-Hidayah yang berada dalam satu komplek dengan Pondok pesantren itu didirikan, sholawat hadrah dipakai untuk mengiringi pembukaan masjid.
Dalam momen bersejarah itu, Ketua PW ISHARI Jawa timur KH. Yusuf Arif beserta sekretarisnya Ust. Nuruddin, turut menyaksikannya. Ketua PW ISHARI Khusus Kiai Munif Sya’roni dan sekretarisnya Ust. Usman juga ikut menyaksikan peristiwa bersejarah itu.
Dalam sambutanya, KH. Yusuf Arif bercerita sejarah perkembangan hadrah ISHARI. Menurut ceritanya, hadrah ISHARI bermula dari Habib Syaikh yang berasal dari Hadramaut-Yaman pada sekitar abad 16-17 silam. Dulu belum bernama ISHARI. Hanya saja ketika telah melalui proses panjang, akhirnya pada 1959 KH. Wahab Chasbulloh yang mengetahui eksistensi hadrah klasik ini memberinya wadah dengan nama ISHARI.
Memberikan motivasi kepada sekitar 80 anggota ISHARI di Kabupaten Tuban yang berasal dari 3 kecamatan (Tuban Kota, Jenu dan Merakurak), Ust. Nuruddin mengkalim bahwa ISHARI adalah seni sholat klasik yang masih orisinil. “Ini belum musta’mal. Kalau seni sholawatan yang lain kan sudah musta’mal. Sudah ketambahan gitar dan macem-macem,” kata dia.

Ketika dilakukan pemilihan, Ust. Musta’in terpilih sebagai Rois Majelis Hadi dan Kiai Ali Maftuhin Zamroni terpilih sebagai Ketua Tanfidzi. Ditanya NUsa terkait program prioritasnya, Kiai Ali akan memfokuskan pada penambahan anggota ISHARI di Kabupaten Tuban dan menjalankan roda organisasi sesuai dengan AD/ART. Disinggung terkait pelaksanaan hadrah ISHARI pada waktu haul Sunan Bonang yang selalu dikelola warga Lamongan, dia berharap tahun depan ISHARI Tuban yang akan menghandlenya. (wakhid)

Senin, 29 Desember 2014

Muhlisin: Punishmentnya BOS Tidak Cair

KEJAR DEADLINE: Khoirul Fatta, staf Pendma Kemenag Tuban memberikan arahan kepada dewan guru.

TUBAN KOTA- Seksi Pendidikan Madrasah  (Pendma) Kemenag Kabupaten Tuban dikejar deadline untuk meng-up load pendataan madrasah yang ada di Kabupaten Tuban melalui program EMIS (Education Manajement Information System). Hal itu disebabkan belum seluruh madrasah (RA, MI, MTs dan MA) yang ada di bawah komandonya menyelesaikan up load data via internet itu pada semester I tahun pelajaran 2014-2015 ini.
Staf Pendma Kemenag Tuban Khoirul Fatta mengatakan Kanwil memberi batas waktu sampai 30 Desember 2014. Karena itu, instansinya mengadakan kegiatan upload data tahap II pada Senin, 29 Desember 2014 lalu di MTs Negeri Tuban. Sejumlah 60 lembaga mengikuti acara itu. Menurut Fatta, kebanyakan lembaga yang belum menyelesaikan tugasnya itu disebabkan akses internet yang tidak ada. “Di desa-desa internet masih agak sulit,” kata dia. Dia mengharapkan lembaga bisa mematuhi aturan untuk rutin melakukan pembaharuan pendataan EMIS setiap semester.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Tuban M. Muhlisin Mufa, saat ditanya terkait imbas tidak menyelesaikan pendataan online itu, menegaskan bahwa berbagai bantuan tidak bisa cair. “Punishment-nya BOS tidak cair. Di Jabar sudah berlaku. Bantuan sarana apapun (informasinya) dari EMIS. Dana BOS, BSM, tunjangan fungsional non-PNS, tunjangan profesi. Semua dari EMIS,” jelasnya. Hal itu disebabkan EMIS berisi informasi tentang lembaga, sarana pra sarana, personal tenaga pendidik dan kependidikan, siswa serta lulusan lembaga yang bersangkutan. (wakhid)

Kamis, 25 Desember 2014

Gelar Raker Sekaligus Ziarah

LUAR KOTA: PAC IPNU-IPPNU Jenu berpose sebelum berangkat raker

JENU- Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Jenu berhasil menggelar rapat kerja (raker) tahun kedua di tempat wisata Waduk Gondang, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, sekaligus berziarah ke makam Sunan Bonang Tuban dan Sunan Ampel Surabaya.
Kegiatan yang digelar pada 25 Desember 2014 lalu itu diikuti sebanyak 36 pengurus. Ketika berada ditempat wisata waduk gondang, mereka disambut hangat oleh pengurus PAC IPNU-IPPNU kecamatan setempat. “Sebelum raker, kami mampir dulu di makam Sunan Bonang Tuban lalu menuju ke waduk gondang untuk raker. Di sana kami disambut hangat oleh pengurus PAC IPNU dan IPPNU Sugio, Lamongan. Setelah acara raker selesai, kami melanjutkan perjalanan untuk berziarah ke makam sunan Ampel Surabaya,” ungkap Ahmad Nur Huda, Ketua PAC IPNU Jenu.
Menurutnya, kegiatan raker yang diselingi dengan ziarah ini diharapkan bisa menjadikan pengurus lebiih aktif dan kompak. Selain itu, memotivasi kader NU agar selalu melaksanakan tradisi dan amalan NU. (suwandi)

Selasa, 16 Desember 2014

Siapkan Bibit Tangguh Hadapi Aksioma Propinsi


TUBAN KOTA- MTs Negeri Tuban menjadi tuan rumah Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah  (AKSIOMA) tingkat Kabupaten Tuban yang diadakan Kemenag Kabupaten Tuban. Acara tersebut digelar pada 16-17 Desember 2014 lalu. Sejumlah 822 peserta dari siswa-siswi MTs se-Kabupaten Tuban berkompetisi bersama secara terbuka.
Ketua Panitia H. Qomaruddin, MA mengatakan ada 13 cabang olahraga dan seni dilombakan untuk memunculkan jawara baru yang akan dikirim mengikuti AKSIOMA tingkat Provinsi Jawa Timur di Batu pada Februari 2015 mendatang. Ketiga belas cabang itu meliputi: kaligrafi, MTQ, pidato (Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris), atletik (lari 100 m, 500 m dan 5.000 m), lompat jauh, footsall, bulu tangkis, bola voli dan tenis meja.
Dalam acara pembukaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban Drs. Abdul Wahib, M.Pd.I mengharapkan adanya peningkatan potensi diri pada para peserta, sehingga muncul bibit-bibit generasi baru yang tangguh.

Sementara itu, Qomaruddin, saat dihubungi NUsa seusai pelaksanaan lomba menjelaskan  bahwa sebelum dikirim ke tingkat Provinsi, para juara dalam berbagai cabang lomba itu dibina terlebih dahulu di tingkat kabupaten. Bahkan untuk mendapatkan hasil maksimal, para juara lomba kategori olahraga harus diseleksi ulang. “Untuk yang juara I lomba seni, langsung kami kirim ke tingkat provinsi. Tapi, untuk yang juara olahraga, masih ada seleksi lagi, agar hasilnya maksimal,” kata Kepala MTs N Tuban, sekaligus Wakil Ketua PC LP Ma’arif NU Tuban ini. (wakhid)

Senin, 01 Desember 2014

NUsa Peduli 32// NUsa Gandeng LDNU Santuni Siswa MI Nurul Huda Becok

Santuni Siswa MI Nurul Huda Becok

HAL BARU: Enam peserta didik berpose bersama dewan Guru, Ketua LDNU dan agen Pemas­aran.

MERAKURAK-
NUsa peduli kali ini telah disalurkan di MI Nurul Huda Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak. Kegiatan penyaluran itu dilaksanakan pada pertengahan Demeber 2014 lalu.
Ada yang istimewa pada santunan ini. Pasalnya tim NUsa peduli telah menggandeng Lembaga Dakwah Nadlatul Ulama (LDNU) Tuban, menggelar santunan pada siswa-siswi baik yatim maupun kurang mampu. Bahkan di sela-sela santunan tersebut LDNU telah membagikan buletin terbitannya yang berisikan tentang dakwah.
“Alhamdulillah kami bersama tim NUsa peduli bisa berbagi dengan siswa-siswi yatim maupun kurang mampu di MI Nurul Huda Becok ini. Mudah-mudahan kegiatan ini mendapatkan berkah dari Allah SWT,” ungkap Ketua LDNU Tuban, H. Ashabul Yamin, M.Pdi
Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah untuk memotivasi siswa agar bersemangat dalam belajar. Meski nominal bantuannya tidak besar, namun jika digunakan dengan semestinya maka akan berguna bagi penerima.
“Mudah-mudahan kedatangan kami kesini menambah semangat mereka untuk lebih giat belajar. Selain itu, menjadikan mereka agar termotivasi untuk semangat hidup dalam serba keterbatsan,” harapnya.
Sementara itu, Tim NUsa Peduli yang diwakili bagian pemasaran, Untung mengungkapkan, dengan adanya santunan ini semoga MI Nurul Huda dengan tim Tabloid NUsa bisa menjalin silturrahim. Bahkan, meminta pihak madrasah agar berlangganan tabloid NUsa guna menjalin komunikasi antara NUsa, Maarif dan MI Nurul Huda Becok.
“Selain santunan, kami berharap dewan guru juga berlangganan tabloid NUsa, guna menjalin komunikasi dengan kami serta update informasi seputar Maarif mapun NU di Tuban,” cetusnya.
Terpisah, Kepala MI Nurul Huda Becok, Tegalrejo, Kecamatan Merakurak mengatakan, turut senang dengan kedatangan tim NUsa peduli dan LDNU Tuban di madrasahnya. Sebab selain memberi motivasi kepada siswa-siswi, juga sebagai ajang silturrahim dengan guru.

“Terimaksih atas kedatangannya tim NUsa peduli dan LDNU, semoga kegiatan ini mendapatkan berkah dari Allah SWT,” ungkap pria beralamatkankan di perumahan Tasikmadu, Tuban ini. (wandi)

Wisata Budaya Sunan Bonang Raih Terbaik I Tingkat Jawa Timur

Mundzir, Pengurus Mabarrot Makam Sunan Bonang menunjukkan piala dan piagam penghargaan.
TUBAN KOTA- Makam Sunan Bonang meraih penghargaan terbaik 1 dari Gubernur Provinsi Jawa Timur, dalam rangka anugerah wisata Jawa Timur 2014 untuk kategori kelompok daya tarik wisata budaya.
Penghargaan yang diserahkan Pemprov Jatim tersebut langsung diterima Ketua Yayasan Mabarrot Sunan Bonang KH. Ahmad Mundzir dengan didampingi Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban.
Saat ditemui pada pertengahan Desember 2014 lalu di kantor Yayasan Mabarrot Sunan Bonang, KH. Ahmad Mundzir mengatakan, makam Sunan Bonang mendapatkan pemenang terbaik 1 di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dia mengatakan yang dinilai bukan hanya budayanya, tapi kenyamanaan, penataan, pengelolaan, keindahan dan adiministrasinya juga ikut dinilai.
“Alhamdulillah makam Sunan Bonang telah memenangkan terbaik 1 tingkat jawa timur 2014 dengan kategori kelompok daya tarik wisata budaya,” cetus pria yang juga menjabat ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Tuban ini.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Kebudayaan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Sunaryo mengungkapkan, bangga karena salah satu wisata budaya yang ada di Tuban meraih juara 1 dengan kategori kelompok daya tarik wisata budaya. (suwandi)

Kamis, 27 November 2014

NUsa Peduli 31//Untuk Anak Yatim Berprestasi

SENANG: Peserta didik dari MI Badriyah Minorejo terlihat senang usai mendapatkan santunan NUsa peduli.

WIDANG – Kamis 27 Nopember NUsa Peduli kembali menyalurkan santunan ke Kecamatan Widang. Kali ini bertempat di MI Badriyah, Desa Minohorejo. Di madrasah yang bernaung di bawah LP Ma’arif Tuban, NUsa Peduli memberikan santukan kepada dua anak yang berhak mendapat santunan, yakni Muhammad Tri Prasetyo Baki dan Ika Dwi Rahmawati.
   Siti Rohmah, S.Pd.I salah satu guru di MI Badriyah menuturkan, kedua anak tersebut adalah anak yatim piatu yang hidup dalam kekurangan. ‘’Walau begitu mereka anak yang cerdas, semangat belajar mereka selalu mereka tunjukan dengan selalu breprestasi. Bahkan menjadi wakil dari lembaga ini setiap berkompetisi antar-sekolah se-Kecamatan Widang,’’ ungkapnya.   
   Muhammad Tri Prasetyo Bakti (kelas 6), dia sudah menjadi yatim sejak kecil. Tiyo panggilan akrabnya kini tinggal bersama ibu dan kakaknya. Tiyo selalu menjadi kebanggaan keluarga dan sekolahnya, karena dia selalu meraih rangking pertama dan mewakili sekolahnya berkompetisi di luar.
   Selanjutnya, Ika Dwi Rahmawati (kelas 6), dia adalah yatim piatu yang ditinggal orang tuanya sejak duduk di bangku kelas tiga. Dia sekarang tinggal bersama kakak perempuanya yang keseharinya sebagai karyawan PT Gudang Garam.

   Ketika ditanya tentang belajarnya di rumah, mereka menjawab, “sekarang sudah sampai Al-Qur’an juz empat,” ungkap mereka berdua. (amin)

Senin, 03 November 2014

Berharap Orbitkan Da’iyah Potensial

MUNCULKAN DA’I NASIONAL: Bupati Tuban membuka acara (kiri) peserta pelatihan da’i berpose bersama usai kegiatan di hotel Mahkota Sugihwaras Jenu.

JENU- Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Kesra mengadakan Pelatihan Da’iyah pada Jum’at-Sabtu (17-18/10) lalu di hotel Mahkota, Sugihwaras, Jenu. Sekitar 50 peserta yang datang dari seluruh Kabupaten Tuban mengikuti acara itu.
Bupati Tuban H. Fathul Huda dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan bahwa Tuban saat ini sedang krisis da’i-da’iyah yang mumpuni. Dia membandingkan dengan Kabupaten tetangga, Tuban kini kalah, karena belum memunculkan nama da’i-da’iyah berskala nasional.
Karena itu, dia berharap pelatihan itu mampu mengorbitkan nama-nama baru da’iyah potensial. Dalam acara pembukaan yang bersanding dengan pembukaan acara memandikan jenazah itu, Bupati meminta kepada Kabag Kesra agar para da’iyah itu diperhatikan, karena jasa mereka luar biasa bagi masyarakat.
Sementara itu, Ir. M. Amenan, kabag Kesra, berharap bahwa setiap peserta itu mampu mengimplementasikan materi yang diperolehnya selama mengikuti pelatihan. Di samping itu, dia juga berharap mereka mampu menjadi inisiator da’iyah di kecamatan mereka masing-masing.
Selama mengikuti pelatihan 2 hari itu, para peserta dibekali dengan materi: Kebijakan Pemerintah Daerah di Bidang Kesra, Strategi Dakwah di Tengah Masyarakat dan Tantangannya, Aliran-Aliran Baru yang Dipandang Menyesatkan, Manajemen Dakwah dan beberapa materi lain. (wakhid)

Pemkab Gelar Pengajian Rutin

PERDANA: Suasana pembukaan pengajian rutin di Masjid Agung Tuban.

TUBAN KOTA-Dalam rangka mencetak pelajar berkharakter dan tangguh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menggelar pengajian rutin setiap minggunya di Masjid Agung Tuban. Kegiatan pengajian tersebut dibuka perdana pada 25 Oktober 2014 lalu dengan pembicara KH. Dr. Abdul Ghofur Maimun dari Rembang, Jawa Tengah.
Bupati Tuban, H.Fathul Huda yang sekaligus membuka kegiatan perdana itu mengatakan sebenarnya pengajian tersebut diharapkan bisa membentuk pemuda yang kharakter dan tangguh. Sehingga generasi penerus bangsa bisa menjadi pemimpin yang berkualitas kedepannya. Maka dari itu, pelaksanaan pengajian ini dirasa menjadi program yang tepat untuk memberikan stimulan positif kepada para pemuda khususnya pelajar tingkat SMA/MA/SMK di Kabupaten Tuban.

“Semoga bisa memberikan stimulan positif bagi pemuda, khususny pada pelajar,” kata Bupati dihadapan siswa-siswi SMA, SMK dan MA. (wandi)

Minggu, 02 November 2014

Gelar Pawai Taaruf Kelilingi Kecamatan

KELILING KECAMATAN: Guru dan Santri TK Al-Qur’an mengikuti pawai taaruf di Tambakboyo.
TAMBAKBOYO-Dalam rangka memperingati 1 Muharram 1436 Hijriyah, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al Qur'an (LPPTKA) Kecamatan Tambakboyo menggelar pawai ta’aruf dengan mengelilingi desa yang ada di wilayah kecamatan setempat.
Kegiatan yang diikuti sekitar 3 ribu peserta itu digelar pada 25 oktober 2014 lalu. Tak heran jika kegiatan pawai itu mengundang banyak perhatian dari masyarakat sekitar. Pasalnya, para peserta melakukan pawai dengan cara menunggangi puluhan kendaraan yang digunakan untuk mengelilingi beberapa desa yang ada di Kecamatan Tambakboyo.
Ketua panitia kegiatan pawai taaruf, Ahmad Habibul Milla, S.Pd.I saat ditemui mengatakan kegiatan pawai taarif ini dalam rangka memperingati tahun baru 1 Muharrom 1436 Hijriyah. Pawai itu membuktikan bahwa keluarga besar LPPTKA Kecamatan Tambakboyo sangat bersemangat mengahadapi tahun baru hijriyah guna menciptakan generasi islami yang berwawasan Qur'ani.
"Ya paling tidak dengan pawai ini, anak didik kami bisa menjadi generasi Islami dan berwawasan Qur'ani," kata pria yang pernah belajar di ponpes MUS Sarang, Kabupaten Rembang ini.
Pria yang biasa disapa Habib itu berharap ke depan generasi TPA Se-Kecamatan Tambakboyo mampu mengaplikasikan ajaran Islami yang berprinsip Qur'an. Selain itu, bisa menjalin ukhuwah Islamiyah antar lembaga TPA. Sehingga nantinya menjadikan LPPTKA di Tambakboyo semakin kuat dan besar serta bisa mendidik para santri untuk memiliki wawasan yang Qur'ani.

"Semoga dengan kegiatan ini, kita keluarga besar LPPTKA semakin solid dan mampu mensyiarkan Islam di masyarakat, khususnya pada generasi muda," tandasnya. (wandi)

Ma’arif Tuban Delegasikan 1.000 Peserta Pawai Pemkab

Kontingen dari sekolah yang berada di bawah naungan ma’arif mengikuti pawai peringati Tahun Baru Hijriyah
TUBAN KOTA- Dalam rangka menyambut tahun baru 1 Muharrom 1436 H, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Bidang Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Kesra Kabupaten Tuban mengadakan pawai ta’aruf pada Minggu, 26 Oktober 2014, lalu. Acara tersebut diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai lembaga pendidikan.
Tidak terkecuali Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Tuban. Dari total jumlah peserta, Ma’arif mendelegasikan 1.000 peserta dari Pengurus MWC LP Ma’arif dan sekolah-madrasah Ma’arif.
Menurut Ir. Amenan, MT, Kabag Perekonomian, Adm. Pembangunan dan Kesra Kabupaten Tuban (sebagai ketua pelaksana acara) mengatakan bahwa jumlah itu sudah cukup besar dan mampu menunjukkan kesolidan Ma’arif. “Tujuan kami mengajak Ma’arif adalah kami ingin melihat seberapa kompak Ma’arif saat ini. Dengan jumlah peserta yang ditunjukkan tadi, hal itu telah menunjukkan bahwa Ma’arif solid,” ungkapnya.
Selain Ma’arif, Amenan juga menggandeng BKPRMI Tuban dan beberapa LPI yang ada di Tuban. “Semua kami undang untuk merayakan 1 Muharom 1436 H ini. Tujuannya, kami ingin memfasilitasi berbagai lembaga pendidikan bisa merayakan tahun baru hijriyah bersama-sama, sehingga nampak kesolidan ukhuwah Islamiyahnya. Jadi, tidak merayakan sendiri-sendiri, seperti yang terjadi selama ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Akhmad Zaini, ketua PC LP Ma’arif NU Tuban, mengaku senang dengan dilibatkannya dalam merayakan tahun baru Islam itu. Dia mengharapkan acara yang baru pertamakali dilaksanakan Bagian Perekonomian, Adm. Pembangunan dan Kesra itu bisa dilaksanakan rutin setiap tahun. Di samping itu, dia juga mengharapkan adanya peningkatan persiapan. “Ini kan baru pertama. Semoga ke depan persiapan bisa lebih dimatangkan,” ungkapnya.

Dalam acara pembukaan, Ketua DPRD Kabupaten Tuban Miyadi bertugas sebagai pembuka acara dan sekaligus yang memberangkatkan peserta. (wakhid)

PD IGRA Adakan Manasik Haji Kid

Anak-anak RA belajar manasik haji.
TUBAN KOTA- Pengurus Daerah Ikatan Guru Roudlotul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Tuban mengadakan acara Manasik Haji Kid (anak-anak) di Kompi C 521 Bataliyon Tuban pada Senin (13/10) lalu. Sejumlah 5.460 peserta dari berbagai RA di Kabupaten Tuban turut serta meramaikan acara tahunan ini.
Dalam acara pembukaan, Kepala Kemenag Kabupaten Tuban Drs. Abdul Wahib, Kasi Pendma Muchlisin Mufa, M.Pd.I dan seluruh PPAI (Pengawas Pendidikan Agama Islam) tampak hadir di hadapan para peserta. Dalam sambutannya, Wahib berharap para peserta manasik itu dibekali dengan pelajaran tentang bagaimana melaksanakan ibadah haji, sehingga jika mereka nanti berkesempatan berangkat haji, maka mereka sudah punya angan-angan tentang melaksanakannya.

Di samping itu, Wahib juga berharap acara itu tetap dilestarikan. “Agar acara ini menjadi acara rutin,” ungkapnya. (wakhid)

Tingkatkan Karakter dengan Lomba



TUBAN KOTA- Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1436 H, Pemkab Tuban menggelar 2 lomba, Sosiodrama dan Guru Bercerita pada Minggu (26/10) lalu. Dua acara itu terkonsentrasi di Pendopo Kridomanunggal dan Gedung KORPRI Kabupaten Tuban.
Ir. M. Amenan, MT, Kabag Perekonomian, Adm. Pembangunan dan Kesra Kabupaten Tuban (sebagai ketua penyelenggara) mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara itu adalah untuk membangun karakter anak bangsa Indonesia. “Dalam Sosiodrama, misalkan, anak-anak akan memainkan peran sesuai dengan karakternya. Saat berperan itu pula maka anak dengan sendirinya juga akan belajar. Dalam lomba Guru Bercerita pun bertujuan agar karakter guru terbangun. Di samping itu, dengan sendirinya guru juga terus belajar,” jelas Amenan.
Lomba Sosiodrama diikuti 14 tim. Sementara Guru Bercerita diikuti 34 perta (pa sejumlah 15 orang dan pi sejumlah 19 orang). Semua peserta itu sebagai perwakilan dari setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban.

Setelah acara usai, muncul 3 juara dari masing-masing lomba. Lomba Sosiodrama memunculkan juara I dari Singgahan, juara II dari Senori, juara III dari Parengan. Lomba Guru Bercerita Pa memunculkan juara I: Arif Rahman, juara II: Jarianto, dan juara III: M. Kholili. Sementara lomba Guru Bercerita Pi memunculkan juara I: Siti Nadziroh, juara II: Eniq Fikriyah dan juara III: Suprihati. (wakhid)

Sambut Tahun Baru Hijriyah dengan Sholawat

Peserta festival hadrah sedang menunjukkan aksinya.
SOKO – PR IPNU-IPPNU Mojoagung, Soko punya agenda besar pada Sabtu dan Ahad (18-19/10) lalu. Agenda besar itu dikemas dalam runtutan acara Mojoagung Bersholawat. Berbagai acara tersebut meliputi festival hadrah se-Kabupaten Tuban–Bojonegoro, istighosah dan pengajian umum.
Sebagai agenda awal, festival hadrah dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Rengel sekaligus Pembina Ranting Syufaat, M.Pd.I. Acara festival  tersebut diikuti 38 peserta. Mereka merebutkan uang tunai 2,3 juta rupiah, trophi dan sertifikat. Dengan mendatangkan juri tingkat Jawa Timur (Rudianto, Wilujeng Fatmawati dan Edy), acara tersebut mampu memunculkan 3 grup terbaik, yaitu  grup Al Hikmah Singgahan, SMP Plus Al Islah Prambon Tergayang Soko, dan Shoutul Walad Semanding Tuban.

Pada acara puncak (19/10) diisi istighosah kubro bersama Ustadz Zaenuri dan pengajian umum yang menghadirkan Habib Syekh Alwi Assegaf Tuban. Sehingga kegiatan dalam menyambut tahun baru hijriah ini mampu mengundang masyarkat bukan saja dari desa setempat, bahkan warga yang tinggal di penjuru Kabupaten Tuban dan Bojonegoro ikut memeriahkan agenda  tahunan itu. Sekiatar seribu lebih warga membanjiri halaman Masjid Mojoagung itu.  “Rasa syukur pasti terucap bagi kita semua karena kegiatan ini berjalan lancar dan dukungan masyarakat luar biasa. Terima kasih semua,” kata ketua pelaksana Khusnul Muadib. (edy)