RAPAT REDAKSI NUsa

Akhmad Zaini (Pimred Tabloid NUsa) memimpin rapat redaksi di halaman kampus STITMA Tuban.

DIKLAT JURNALISTIK

Peserta diklat jurnalistik dan crew Tabloid NUsa berpose bersama usai kegiatan diklat.

SILLATURRAHMI

Ketua LP. Ma'arif NU Kab. Tuban dan Pimred Tabloid NUsa berkunjung ke Rumah Gus Rozin (Putra KH. Sahal Mahfudz).

NUsa PEDULI SPESIAL

Mustain Syukur (Ketua PCNU Kab.Tuban) dan Fathul Huda (Penasehat LP. Ma'arif NU Tuban) berpose bersama siswa yang mendapatkan santunan NUsa Peduli.

STUDY BANDING LP. MA'ARIF NU KAB. TUBAN

Akhmad Zaini, ketua LP. Ma'arif NU Kabupatn Tuban saat menerima cinderamata dari LP. Ma'arif Kab. Pasuruan.

RAPAT BERSAMA

Pengurus PCNU, Pengurus LP. Ma'arif NU, PC.Muslimat Tuban, PC.Fatayat NU Tuban saat rapat bersama membahas pendidikan di Kabupaten Tuban.

GROUP SHOLAWAT SMK YPM 12 TUBAN

Group Sholawat Al-Banjari SMK YPM 12 Tuban melantunkan tembang sholawat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

TURBA MAARIF NU TUBAN KE RENGEL

Group Sholawat Al-Banjari SMK YPM 12 Tuban melantunkan tembang sholawat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

NUsa PEDULI EDISI 23

Tiga siswa berada di naungan LP. Ma’arif menerima santunan yang diberikan langsung oleh Dirjen Pendis (kanan) dan Kapala Kemenag Tuban.

PENGURUS PC. LP MA’ARIF NU

Beberapa Pengurus PC. LP Ma’arif NU Tuban siap bekerjasama demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Tuban.

AVANZA UNTUK OPERASIONAL MA’ARIF NU TUBAN

Zaini (Ketua PC. LP. Ma'arif) menerima hadiah mobil dari Bupati Tuban secara simbolis pada acara Rakor kepala sekolah dan pengurus yayaasan se-kabupaten Tuban.

PRESTASI FATAYAT

Fatayat NU Tuban Masuk 10 Besar Lomba Rias Provinsi.

JUARA MTK

Beberapa Crew Tabloid NUsa, mereka semua generasi dari NU berasal dari Tuban, Lamongan dan Bojonegoro.

TIM TABLOID NUsa

Beberapa Crew Tabloid NUsa, mereka semua generasi dari NU berasal dari Tuban, Lamongan dan Bojonegoro.

Tampilkan postingan dengan label KABAR TUBAN KOTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABAR TUBAN KOTA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2015

Pertemuan Alim Ulama dan Umaro Adalah Prakarsa Mbah Faqih


TUBAN KOTA- Panitia Haul Sunan Bonang kembali menggelar acara rutin pra haul Sunan Bonang, yakni Pertemuan Alim Ulama dan Umaro. Acara tersebut terselenggara pada Selasa malam (27 Oktober 2015) di Masjid Astana Sunan boning Tuban. Acara tersebut dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari ulama dan umaro. Panitia menyebutkan bahwa undangan dalam acara tersbeut meliputi unsur alim ulama, Forpimda, anggota DPRD Tuban, pimpinan SKPD, Camat, ketua MWC NU se-kabupaten Tuban dan jama’ah rutinanan di Masjid Astana Sunan Bonang.
Nampak hadir pula para kiai sepuh di antaranya KH. Cholilurrohman (Rois Syuriah PCNU Tuban), KH. Masram Sofwan (Jenu), KH. Abdurrahman Saleh (), dan beberapa kiai sepuh lainnya.
Dalam sambutannya, KH. Cholilurrohman menjelaskan bahwa rutinan pertemuan alim ulama dan umaro dalam rangkaian haul Sunan Bonang adalah atas prakarsa almarhum almaghfurlah KH. Abdulloh Faqih (Langitan-Widang). “Dalam rentetan acara haul, ada pertemuan ulama dan umaro,” kata Mbah Cholil menirukan ucapan Mbah Faqih.
“Tentu beliau sangat tahu dan lebih tahu dari pada kita akan pentingnya pertemuan ulama dan umaro,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Mbah Cholil menafsirkan permintaan Mbah Faqih akan adanya pertemuan alim ulama dan umaro dalam rangkaian acara haul Sunan Bonang dengan mengkaji kitab Ihya’ulumuddin karya Imam Ghazali. Dalam paparannya, Mbah Cholil menjelaskan bahwa kerusakan rakyat disebabkan karena kerusakan penguasa, kerusakan penguasa disebabkan kerusakan ulama dan kerusakan ulama disebabkan karena dikuasai rasa cinta dunia dan kedudukan. “Kalau dibalik, baiknya rakyat karena baiknya penguasa, baiknya penguasa karena baiknya ulama dan baiknya ulama karena menjauhi rasa cinta dunia dan kedudukan,” ungkap Rois Syuriah PCNU Tuban ini.
Dalam kesempatan itu pula Kiai Cholil menjelaskan bahwa ulama ibarat lampu-lampu yang menerangi dunia. Semakin banyak lampu yang menyala, maka semakin dunia terang dan jalan akan semakin jelas, sehingga masyarakat tidak tersesat ketika mencari jalan.
Sementara itu, KH. Fathul Huda (Bupati Tuban) menyampaikan bahwa selama masa kepemimpinannya, hubungan antara ulama dan umaro terjalin harmonis. “Sekarang (di Pemda Tuban) sudah ada halaqoh ulama dan umaro, sehingga hasil rekomendasinya bisa ditindak-lanjuti sesuai perundangan yang berlaku,” jelas incumbent dalam Pemilukada Tuban 2015 ini.
Selain itu, dia memaparkan bahwa dalam mencegah kemungkaran, butuh 3 komponen. “Pertama, umaro yang mau nahi munkar. Kedua, ulama yang mau tabligh. Dan ketiga, masyarakat yang mendukung,” sebutnya.

Tuban di bawah kepemimpinannya, telah melakukan penutupan tempat PSK, memberantas miras dan pil-pil yang memabukkan. Meski diakui bahwa dengan langkah itu, kini muncul modus baru dalam dunia PSK. Produksi Miras pun masih terjadi. Pengedar pil-pil juga masih ada yang tertangkap. Namun, hal itu dinilai Huda hanya 10 persen saja. “Efektivitasnya (usaha nahi munkar Pemerintah Kabupaten Tuban) mencapai 90 persen. Tugas kita sekarang adalah menata yang 10 persen itu,” ungkapnya. (wakhid)

Sabtu, 17 Oktober 2015

Soekarwo Terpikat pada Alat Ciptaan Siswa SMK YPM



TUBAN KOTA-Prestasi SMK YPM 12 Tuban semakin menanjak. Baru-baru ini, SMK yang didaulat PCLP Ma’arif NU Tuban sebagai SMK unggulan milik Ma’arif ini kembali mengikuti pameran hasil kreasi siswa tingkat provinsi.
Tepatnya pada Kamis sampai Minggu (17-20/09/2015) lalu, SMK YPM ikut serta mewakili Tuban dalam ajang Pameran Karya Siswa SMK-Perguruan Tinggi dan Bursa Kerja Jawa Timur 2015 di JX International Convention Exhibition (Gedung Jatim Expo) Jl. Ahmad Yani No. 99 Surabaya.
Dalam ajang itu, SMK YPM memamerkan 3 alat ciptaan siswa-siswinya. Pertama, alat penyiram tanaman berbasis mikro. Menurut penuturan Rahmad Sampurno (kepala SMK YPM), alat ini secara fisik hampir sama dengan alat penyiram tanaman yang lainnya. Namun, yang menjadikan alat ini istimewa adalah alat ini memiliki bagian khusus yang mampu mendeteksi kelembaban tanah. Jika tanah telah basah, maka alat penyiram ini tidak akan bekerja. Namun, jika tanahnya kering, maka secara otomatis alat ini akan bekerja.
Kedua, becak listrik generasi II. Jika dulu pada becak listrik generasi I, motor penggeraknya berarus DC (baca: searah), maka dalam becak listrik generasi II ini motor yang dipakai adalah BLDC (penggabungan antara arus searah dan arus bolak-balik).
Ketiga adalah alat pembunuh hama. Alat ini sepintas seperti raket nyamuk yang didesai sedemikian rupa. Di bagian tengah jaring diberi lampu. Ternyata, lampu itu mampu menjadi perayu hama, sepeti nyamuk, untuk mendekat. “Sebelum nyamuk sampai pada jarring, nyamuk sudah bisa dipastikan mati,” kata Rohmad.

Tidak disangka, ketiga alat yang dipamerka SMK YPM ini mampu memikat hati Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ibu. Di stand SMK YPM, Bu Karwo berbincang agak lama untuk mengetahui kelebihan-kelebihan alat ciptaan anak-anak nahdliyin yang ada di Tuban ini. (wakhid)

Senin, 15 Juni 2015

Yayasan Mabarrot Berbagi 400 Bingkisan ke Warga

Panitia Maqbarot saat memberikan bingkisan ke salah satu warga beberapa waktu lalu.

TUBAN KOTA-Yayasan Mabarrota Sunan Bonang telah berbagi sebanyak 400 bingkisan kepada warga sekitar kompleks makam Sunan Bonang di Kelurahan Kuterojo pada 15 Juni 2015 lalu. Bingkisan tersebut berisi 10 kilogram beras dan diberikan pada warga yang berhak menerima.
“Bingkisan tersebut hanya diberikan pada warga Kutorejo yang berhak menerimanya. Mekanisme pemilihannya dengan koordinasi dengan RT,” kata Ketua Yayasan Mabarrot Sunan Bonang, KH. Ahmad Mundzir.
Dijelaskannya, kegiatan ini sudah dilakukan sejak 3 tahun yang laludan dilaksanakan setiap bulan puasa. Penyaluran bingkisan tahun ini lebih banyak bila dibandingkan yang sebelumnya sekitar 350 bingkisan. Selain itu, kegiatan sosial lain yang diagendakan yayasan terhitung masih banyak. Seperti pemberian beasiswa, membantu santunan yatim di panti asuahan maupun yang lainnya.
“Dana ini dari masyarakat ya dikemblikan untuk masyarkat yang butuh. Kami juga membantu warga Kutorejo yang memerlukan kebutuhan insidental,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kesekretariatan Yayasan Mabarrot Sunan Bonang, Ilham Abdul Muhith menambahkan, kegiatan ini sudah rutin digelar guna menjalin silaturrahim dengan masyarakat. Selain itu, menjaga tradisi yang sudah diajarkan Sunan Bonang untuk selalu dekat dengan masyarakat serta membangun jiwa sosial.
“Kegiatan ini sudah tradisi, insya’Allah tahun yang akan datang juga akan dilakukan kegiatan yang serupa,” tutupnya. (suwandi)

Senin, 26 Januari 2015

ISHARI Tuban Mulai Eksis

RAKER RENGEL: PC ISHARI Tuban berkumpul bersama mengeksiskan kembali seni hadrah di Tuban. 
TUBAN KOTA- Berkeinginan kuat agar organisasi hadrah tradisinal Islam ISHARI dikenal dan dirasakan eksistensinya oleh masyarakat Tuban, pada akhir 2014 ini Pengurus Cabang ISHARI Tuban melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) pada 26 Desember 2014 lalu. Acara yang baru pertama kali digelar itu ditempatkan di Ponpes Al-Hidayah, Jl. Lukman hakim, Kelurahan Doromukti, Kabupaten Tuban. Tempat itu dipilih karena konon saat Masjid Al-Hidayah yang berada dalam satu komplek dengan Pondok pesantren itu didirikan, sholawat hadrah dipakai untuk mengiringi pembukaan masjid.
Dalam momen bersejarah itu, Ketua PW ISHARI Jawa timur KH. Yusuf Arif beserta sekretarisnya Ust. Nuruddin, turut menyaksikannya. Ketua PW ISHARI Khusus Kiai Munif Sya’roni dan sekretarisnya Ust. Usman juga ikut menyaksikan peristiwa bersejarah itu.
Dalam sambutanya, KH. Yusuf Arif bercerita sejarah perkembangan hadrah ISHARI. Menurut ceritanya, hadrah ISHARI bermula dari Habib Syaikh yang berasal dari Hadramaut-Yaman pada sekitar abad 16-17 silam. Dulu belum bernama ISHARI. Hanya saja ketika telah melalui proses panjang, akhirnya pada 1959 KH. Wahab Chasbulloh yang mengetahui eksistensi hadrah klasik ini memberinya wadah dengan nama ISHARI.
Memberikan motivasi kepada sekitar 80 anggota ISHARI di Kabupaten Tuban yang berasal dari 3 kecamatan (Tuban Kota, Jenu dan Merakurak), Ust. Nuruddin mengkalim bahwa ISHARI adalah seni sholat klasik yang masih orisinil. “Ini belum musta’mal. Kalau seni sholawatan yang lain kan sudah musta’mal. Sudah ketambahan gitar dan macem-macem,” kata dia.

Ketika dilakukan pemilihan, Ust. Musta’in terpilih sebagai Rois Majelis Hadi dan Kiai Ali Maftuhin Zamroni terpilih sebagai Ketua Tanfidzi. Ditanya NUsa terkait program prioritasnya, Kiai Ali akan memfokuskan pada penambahan anggota ISHARI di Kabupaten Tuban dan menjalankan roda organisasi sesuai dengan AD/ART. Disinggung terkait pelaksanaan hadrah ISHARI pada waktu haul Sunan Bonang yang selalu dikelola warga Lamongan, dia berharap tahun depan ISHARI Tuban yang akan menghandlenya. (wakhid)

Senin, 29 Desember 2014

Muhlisin: Punishmentnya BOS Tidak Cair

KEJAR DEADLINE: Khoirul Fatta, staf Pendma Kemenag Tuban memberikan arahan kepada dewan guru.

TUBAN KOTA- Seksi Pendidikan Madrasah  (Pendma) Kemenag Kabupaten Tuban dikejar deadline untuk meng-up load pendataan madrasah yang ada di Kabupaten Tuban melalui program EMIS (Education Manajement Information System). Hal itu disebabkan belum seluruh madrasah (RA, MI, MTs dan MA) yang ada di bawah komandonya menyelesaikan up load data via internet itu pada semester I tahun pelajaran 2014-2015 ini.
Staf Pendma Kemenag Tuban Khoirul Fatta mengatakan Kanwil memberi batas waktu sampai 30 Desember 2014. Karena itu, instansinya mengadakan kegiatan upload data tahap II pada Senin, 29 Desember 2014 lalu di MTs Negeri Tuban. Sejumlah 60 lembaga mengikuti acara itu. Menurut Fatta, kebanyakan lembaga yang belum menyelesaikan tugasnya itu disebabkan akses internet yang tidak ada. “Di desa-desa internet masih agak sulit,” kata dia. Dia mengharapkan lembaga bisa mematuhi aturan untuk rutin melakukan pembaharuan pendataan EMIS setiap semester.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Tuban M. Muhlisin Mufa, saat ditanya terkait imbas tidak menyelesaikan pendataan online itu, menegaskan bahwa berbagai bantuan tidak bisa cair. “Punishment-nya BOS tidak cair. Di Jabar sudah berlaku. Bantuan sarana apapun (informasinya) dari EMIS. Dana BOS, BSM, tunjangan fungsional non-PNS, tunjangan profesi. Semua dari EMIS,” jelasnya. Hal itu disebabkan EMIS berisi informasi tentang lembaga, sarana pra sarana, personal tenaga pendidik dan kependidikan, siswa serta lulusan lembaga yang bersangkutan. (wakhid)

Selasa, 16 Desember 2014

Siapkan Bibit Tangguh Hadapi Aksioma Propinsi


TUBAN KOTA- MTs Negeri Tuban menjadi tuan rumah Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah  (AKSIOMA) tingkat Kabupaten Tuban yang diadakan Kemenag Kabupaten Tuban. Acara tersebut digelar pada 16-17 Desember 2014 lalu. Sejumlah 822 peserta dari siswa-siswi MTs se-Kabupaten Tuban berkompetisi bersama secara terbuka.
Ketua Panitia H. Qomaruddin, MA mengatakan ada 13 cabang olahraga dan seni dilombakan untuk memunculkan jawara baru yang akan dikirim mengikuti AKSIOMA tingkat Provinsi Jawa Timur di Batu pada Februari 2015 mendatang. Ketiga belas cabang itu meliputi: kaligrafi, MTQ, pidato (Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris), atletik (lari 100 m, 500 m dan 5.000 m), lompat jauh, footsall, bulu tangkis, bola voli dan tenis meja.
Dalam acara pembukaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban Drs. Abdul Wahib, M.Pd.I mengharapkan adanya peningkatan potensi diri pada para peserta, sehingga muncul bibit-bibit generasi baru yang tangguh.

Sementara itu, Qomaruddin, saat dihubungi NUsa seusai pelaksanaan lomba menjelaskan  bahwa sebelum dikirim ke tingkat Provinsi, para juara dalam berbagai cabang lomba itu dibina terlebih dahulu di tingkat kabupaten. Bahkan untuk mendapatkan hasil maksimal, para juara lomba kategori olahraga harus diseleksi ulang. “Untuk yang juara I lomba seni, langsung kami kirim ke tingkat provinsi. Tapi, untuk yang juara olahraga, masih ada seleksi lagi, agar hasilnya maksimal,” kata Kepala MTs N Tuban, sekaligus Wakil Ketua PC LP Ma’arif NU Tuban ini. (wakhid)

Senin, 03 November 2014

Berharap Orbitkan Da’iyah Potensial

MUNCULKAN DA’I NASIONAL: Bupati Tuban membuka acara (kiri) peserta pelatihan da’i berpose bersama usai kegiatan di hotel Mahkota Sugihwaras Jenu.

JENU- Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Kesra mengadakan Pelatihan Da’iyah pada Jum’at-Sabtu (17-18/10) lalu di hotel Mahkota, Sugihwaras, Jenu. Sekitar 50 peserta yang datang dari seluruh Kabupaten Tuban mengikuti acara itu.
Bupati Tuban H. Fathul Huda dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan bahwa Tuban saat ini sedang krisis da’i-da’iyah yang mumpuni. Dia membandingkan dengan Kabupaten tetangga, Tuban kini kalah, karena belum memunculkan nama da’i-da’iyah berskala nasional.
Karena itu, dia berharap pelatihan itu mampu mengorbitkan nama-nama baru da’iyah potensial. Dalam acara pembukaan yang bersanding dengan pembukaan acara memandikan jenazah itu, Bupati meminta kepada Kabag Kesra agar para da’iyah itu diperhatikan, karena jasa mereka luar biasa bagi masyarakat.
Sementara itu, Ir. M. Amenan, kabag Kesra, berharap bahwa setiap peserta itu mampu mengimplementasikan materi yang diperolehnya selama mengikuti pelatihan. Di samping itu, dia juga berharap mereka mampu menjadi inisiator da’iyah di kecamatan mereka masing-masing.
Selama mengikuti pelatihan 2 hari itu, para peserta dibekali dengan materi: Kebijakan Pemerintah Daerah di Bidang Kesra, Strategi Dakwah di Tengah Masyarakat dan Tantangannya, Aliran-Aliran Baru yang Dipandang Menyesatkan, Manajemen Dakwah dan beberapa materi lain. (wakhid)

Pemkab Gelar Pengajian Rutin

PERDANA: Suasana pembukaan pengajian rutin di Masjid Agung Tuban.

TUBAN KOTA-Dalam rangka mencetak pelajar berkharakter dan tangguh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menggelar pengajian rutin setiap minggunya di Masjid Agung Tuban. Kegiatan pengajian tersebut dibuka perdana pada 25 Oktober 2014 lalu dengan pembicara KH. Dr. Abdul Ghofur Maimun dari Rembang, Jawa Tengah.
Bupati Tuban, H.Fathul Huda yang sekaligus membuka kegiatan perdana itu mengatakan sebenarnya pengajian tersebut diharapkan bisa membentuk pemuda yang kharakter dan tangguh. Sehingga generasi penerus bangsa bisa menjadi pemimpin yang berkualitas kedepannya. Maka dari itu, pelaksanaan pengajian ini dirasa menjadi program yang tepat untuk memberikan stimulan positif kepada para pemuda khususnya pelajar tingkat SMA/MA/SMK di Kabupaten Tuban.

“Semoga bisa memberikan stimulan positif bagi pemuda, khususny pada pelajar,” kata Bupati dihadapan siswa-siswi SMA, SMK dan MA. (wandi)

Minggu, 02 November 2014

Ma’arif Tuban Delegasikan 1.000 Peserta Pawai Pemkab

Kontingen dari sekolah yang berada di bawah naungan ma’arif mengikuti pawai peringati Tahun Baru Hijriyah
TUBAN KOTA- Dalam rangka menyambut tahun baru 1 Muharrom 1436 H, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Bidang Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Kesra Kabupaten Tuban mengadakan pawai ta’aruf pada Minggu, 26 Oktober 2014, lalu. Acara tersebut diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai lembaga pendidikan.
Tidak terkecuali Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Tuban. Dari total jumlah peserta, Ma’arif mendelegasikan 1.000 peserta dari Pengurus MWC LP Ma’arif dan sekolah-madrasah Ma’arif.
Menurut Ir. Amenan, MT, Kabag Perekonomian, Adm. Pembangunan dan Kesra Kabupaten Tuban (sebagai ketua pelaksana acara) mengatakan bahwa jumlah itu sudah cukup besar dan mampu menunjukkan kesolidan Ma’arif. “Tujuan kami mengajak Ma’arif adalah kami ingin melihat seberapa kompak Ma’arif saat ini. Dengan jumlah peserta yang ditunjukkan tadi, hal itu telah menunjukkan bahwa Ma’arif solid,” ungkapnya.
Selain Ma’arif, Amenan juga menggandeng BKPRMI Tuban dan beberapa LPI yang ada di Tuban. “Semua kami undang untuk merayakan 1 Muharom 1436 H ini. Tujuannya, kami ingin memfasilitasi berbagai lembaga pendidikan bisa merayakan tahun baru hijriyah bersama-sama, sehingga nampak kesolidan ukhuwah Islamiyahnya. Jadi, tidak merayakan sendiri-sendiri, seperti yang terjadi selama ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Akhmad Zaini, ketua PC LP Ma’arif NU Tuban, mengaku senang dengan dilibatkannya dalam merayakan tahun baru Islam itu. Dia mengharapkan acara yang baru pertamakali dilaksanakan Bagian Perekonomian, Adm. Pembangunan dan Kesra itu bisa dilaksanakan rutin setiap tahun. Di samping itu, dia juga mengharapkan adanya peningkatan persiapan. “Ini kan baru pertama. Semoga ke depan persiapan bisa lebih dimatangkan,” ungkapnya.

Dalam acara pembukaan, Ketua DPRD Kabupaten Tuban Miyadi bertugas sebagai pembuka acara dan sekaligus yang memberangkatkan peserta. (wakhid)

PD IGRA Adakan Manasik Haji Kid

Anak-anak RA belajar manasik haji.
TUBAN KOTA- Pengurus Daerah Ikatan Guru Roudlotul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Tuban mengadakan acara Manasik Haji Kid (anak-anak) di Kompi C 521 Bataliyon Tuban pada Senin (13/10) lalu. Sejumlah 5.460 peserta dari berbagai RA di Kabupaten Tuban turut serta meramaikan acara tahunan ini.
Dalam acara pembukaan, Kepala Kemenag Kabupaten Tuban Drs. Abdul Wahib, Kasi Pendma Muchlisin Mufa, M.Pd.I dan seluruh PPAI (Pengawas Pendidikan Agama Islam) tampak hadir di hadapan para peserta. Dalam sambutannya, Wahib berharap para peserta manasik itu dibekali dengan pelajaran tentang bagaimana melaksanakan ibadah haji, sehingga jika mereka nanti berkesempatan berangkat haji, maka mereka sudah punya angan-angan tentang melaksanakannya.

Di samping itu, Wahib juga berharap acara itu tetap dilestarikan. “Agar acara ini menjadi acara rutin,” ungkapnya. (wakhid)

Tingkatkan Karakter dengan Lomba



TUBAN KOTA- Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1436 H, Pemkab Tuban menggelar 2 lomba, Sosiodrama dan Guru Bercerita pada Minggu (26/10) lalu. Dua acara itu terkonsentrasi di Pendopo Kridomanunggal dan Gedung KORPRI Kabupaten Tuban.
Ir. M. Amenan, MT, Kabag Perekonomian, Adm. Pembangunan dan Kesra Kabupaten Tuban (sebagai ketua penyelenggara) mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara itu adalah untuk membangun karakter anak bangsa Indonesia. “Dalam Sosiodrama, misalkan, anak-anak akan memainkan peran sesuai dengan karakternya. Saat berperan itu pula maka anak dengan sendirinya juga akan belajar. Dalam lomba Guru Bercerita pun bertujuan agar karakter guru terbangun. Di samping itu, dengan sendirinya guru juga terus belajar,” jelas Amenan.
Lomba Sosiodrama diikuti 14 tim. Sementara Guru Bercerita diikuti 34 perta (pa sejumlah 15 orang dan pi sejumlah 19 orang). Semua peserta itu sebagai perwakilan dari setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban.

Setelah acara usai, muncul 3 juara dari masing-masing lomba. Lomba Sosiodrama memunculkan juara I dari Singgahan, juara II dari Senori, juara III dari Parengan. Lomba Guru Bercerita Pa memunculkan juara I: Arif Rahman, juara II: Jarianto, dan juara III: M. Kholili. Sementara lomba Guru Bercerita Pi memunculkan juara I: Siti Nadziroh, juara II: Eniq Fikriyah dan juara III: Suprihati. (wakhid)

Sabtu, 20 September 2014

PC IPNU-IPPNU Tuban Ganti Ketua

PEMBUKAAN: Anggota IPNU-IPPNU saat menghadiri konfercab PC IPNU-IPPNU di aula kantor PCNU Tuban lantai dua.

TUBAN KOTA-PC IPNU-IPPNU Tuban pada 20 September 2014 lalu menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-21 yang berada di aula kantor PCNU Jalan Diponegoro, Tuban. Sebelum kegiatan inti dimulai, Konfercab tersebut dibuka oleh Sekretaris PCNU Tuban Jamal Ghofir. Kemudian dilanjutkan seminar radikalisme aliran sempalan Islam. Dalam seminar, panitia mengahdirkan dua pemteri  yaitu Muhammad Mukhlisin Mufa dari Kasi Penma Kemenag Tuban sekaligus wakil ketua PC LP Maarif NU Tuban dan Ketua MUI Tuban, KH. Abdul Matin.
Kedua pemateri tersebut menjelaskan beberapa aliran radikal yang sudah tersebar di negara Indonesia. Tidak hanya itu,  di hadapan peserta, kedua pemateri juga menjelaskan tugas kementrian Agama (Kemenag) dan Majlis Ulama Indonesia (MUI) untuk meghadang aliran sesat yang tersebar di Tuban. Bahkan, dalam menanggapi aliran-aliaran tersebut, MUI telah menyampaikan 10 fatwanya. Jika aliran tersebut tidak sesuai dengan fatwa MUI, maka dianggap sesat.
Ketua PC IPNU Tuban Arif Hidayat, S.Pd.I berharap dengan seminar itu, maka kader IPNU-IPPNU mampu membaca perkembangan masyarakat yang ada. “Dengan harapan anggota mengetahui dan memahami tentang pergerakan aliran sempalan Islam. Setelah mengetahui maka sebagai kader bisa memilah bagaimana aliran yang tidak sesuai dengan aswaja NU,” ujarnya. 

Dari Konfercab ini terpilih IPNU-IPPNU. Untuk IPPNU, Ika terpilih sebagai ketua secara aklamasi untuk memimpin IPPNU selama 2 tahun mendatang. Sedangkan untuk IPNU, Falakhudin terpilih sebagai ketua setelah proses seleksi pemilihan bakal calon (Balon) dengan Shodikin. Ketika pemilihan balon dua kader tersebut meraup suara sama banyaknya yaitu 28 suara. Akan tetapi, karena Shodikin umurnya tidak sesuai dengan tata tertib pemilihan ketua. Sehingga, Shodikin harus merelakan Falakhudin sebagai ketua, meskipun kedua kader tersebut sama-sama berpotensi. (suwandi)

Sabtu, 13 September 2014

Seminar Aswaja jadi Puncak Harlah Fatayat

HARLAH FATAYAT KE-64: Anggota Fatayat NU Tuban saat menghadiri acara harlah fatayat NU ke-64 beberapa waktu yang lalu.

TUBAN KOTA-Dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) ke-64, PC Fatayat NU Tuban menggelar serangkaian agenda yaitu halal bihalal dan seminar aswaja. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Asrama Haji Tuban pada Sabtu 13 September 2014 yang lalu.
Selain dihadiri seluruh anggota Fatayat se- Kabupaten Tuban dan sejumlah banom NU, acara tersebut dihadiri Bupati Tuban, H. Fathul Huda dan Wakil Bupati Tuban, Ir. Noor Nahar Husein. Selain dua pejabat tertinggi di Tuban yang hadir, Kapolres dan seluruh Dinas di Tuban juga turut menyemarakkan acara puncak itu.
Ketua PC Fatayat NU Tuban, H.Umi Kulsum mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan acara puncak harlah yang digelar oleh PC Fatayat NU Tuban. Sebelumnya, telah menggelar pra kegatan harlah seperti seminar pengetahuan dan pemahaman aliran sempalan Islam untuk anggota serta melakukan sosialisasi dan bimbingan tentang keluarga sakinah pada anggota dan masyarakat.
“Kegiatan saat ini adalah puncak kegiatan harlah," ujar Umi.
Dijelaskannya, meskipun perayaan kegiatan puncak harlah terhitung telat, akan tetapi kegiatannya berlangsung meriah. Anggota mulai ranting, PAC hingga Pengurus Cabang aktif dan antusias untuk menyemarakkan harlah fatayat NU yang ke-64 itu.
“Anggota saat ini banyak yang hadir, itu membuktikan bahwa anggota Fatayat NU di Tuban sangat solid dan ingin memeriahan acara harlah ke-64 ini,” imbuhnya.
Sementara itu, pada acara puncak harlah tersebut panitia menggelar seminar aswaja center yang mengundang KH Abdurrahman NavisLC, selaku direktur aswaja center PWNU Jawa Timur.
KH Navis meminta pada warga nahdliyin untuk waspada terhadap aliran sempalan Islam yang sudah tersebar di Indonesia, khususnya yang ada di Tuban.

“Marilah kita ciptakan Tuban menjadi Bumi Wali yang kuat aswajanya. Jangan sampai aliran sempalan Islam berkembang di lingkungan kita. Seperti ISIS, Hisbut Tahrir maupun yang sempalan Islam lainnya,” katanya. (wandi)

Rabu, 03 September 2014

SDI Tuban Tingkatkan Kualitas dan Perbaiki Organisasi

KREASI SENI: Peserta didik SD Islam Tuban saat menunjukkan kreasi seni dalam acara haflah akhirussanah.

Pengarahan Ketua Ma’arif pada Acara Haflah Akhirussanah 

TUBAN-Pertengahan hingga akhir Juni lalu, sekolah di bawah naungan LP. Ma’arif NU Tuban, menggelar acara haflah akhirussanah secara serempak. Beberapa madrasah mengundang Ketua LP. Ma’arif Tuban Akhmad Zaini untuk memberikan sambutan atau memberikan pengarahan. Di dalam sambutan atau pengarahannya, Zaini sangat menekankan agar sekolah-sekolah di bawah Ma’arif berikhtiar keras untuk meningkat kualitas.
‘’Tantangan anak-anak kita ke depan sangat berat. Januari 2015 akan diberlakukan Pasar Bebas Asean. Karena itu, anak-anak NU harus kita siapkan sebaik-baiknya. Jangan sampai mereka menjadi tamu di negeri sendiri,’’ kata Zaini saat memberikan sambutan di SMP Islam 4-5 Tambakboyo.
Selain di SMP Islam 4-5 Tambakboyo, secara berurutan Zaini juga memberikan pengarahan di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Salafiyah Kedungharjo, Widang, MI Sabilul Mutaqqin Semberejo, Widang, Yayasan Pendidikan Sumbersari, Kowang Semanding, Yayasan Mambail Huda, Kaliuntu, Jenu, SD Islam Tuban, MI Tanwirul Qulub, SMP dan SMP NU Bancar.
Selain menekankan soal peningkatakan kualitas pendidikan di lingkungan Ma’arif, Zaini juga selalu mengajak agar warga NU memperkukuh persatuan. NU sebagai organisasi (jam’iyah) agar dipekuat. Karena dengan organisasi yang kuat itulah berbagai persoalan strategis bisa dipecahkan.
‘’Saat ini banyak aliran sempalan yang bermunculan. Kebiasaan mereka adalah merasa benar sendiri dan menyalahkan pihak lain. Kalau itu terus dibiarkan berkembang, tentu akan bisa merusak kerukunan, serta persatuan bangsa Indonesia,’’ kata mantan redaktur Jawa Pos ini.

Beda dengan NU, lanjut Zaini, yang selalu mengedepankan toleransi dan penghargaan kepada perbedaan. ‘’Jika bangsa ini tentram dan damai, karena Indonesia adalah mayoritas dihuni warga NU. Karena itu, jika ke depan kita ingin kehidupan di negeri ini tetap damai, maka NU harus tetap kuat dan mayoritas. Karena itu, warga NU harus berusaha untuk terus menjaga keutuhan jam’iyah Nahdlatul Ulama,’’ tegasnya. (aza)

PWNU Paparkan Pemberdayaan Umat

SOSIALISASI PROKER: Beberapa Pengurus NU dari Tuban dan Bojonegoro saat sillaturrahmi di aula PCNU Tuban.

Silaturrahmi dengan PCNU Tuban dan Bojonegoro

TUBAN KOTA- Pimpinan wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar silaturrahim dan turun ke bawah (turba) dengan PCNU-MWC NU se-Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Acara yang diikuti semua pengurus PCNU dan MWCNU se-Tuban dan Bojonegoro itu digelar di aula kantor PCNU Tuban pada 25 juni 2014 lalu.
Dalam acara silaturrahim dan turba itu, PWNU mensosialisasikan beberapa program yang menjadi andalannya. Di antaranya program di bidang dakwah, ekonomi, dan kesehatan.
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH.Muhammad Hasan Mutawakil memaparkan dalam bidang dakwah, PWNU akan menguatkan aswaja dengan melalui Asawaja NU Center. Selain itu, berupaya mengaktifkan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) agar bisa membendung aliran dan paham sempalan Islam atau aliran yang tidak jelas.
Tidak hanya itu, Selain dakwah, bidang pendidikan juga menjadi perioritas PWNU untuk meningkatkan SDM anggota dan kader NU. Dengan melalui lembaga Ma’arif, maka diharapkan NU memiliki anggota dan kader memiliki SDM yang tinggi.
“Selain dua program itu, kami juga memperioritaskan program di bidang ekonomi. Untuk menjalankan program ini kami sudah merencanakan dan siap membantu warga NU, dengan melalui koperasi Mabadiku Bintang Sembilan serta dibantu oleh lembaga perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU),” katanya.
Sementaran itu, Ketua PCNU Tuban, H. Mustain Syukur mengatakan, senang dan menyambut baik atas kedatangannya PWNU ke Tuban. Karena dengan turba tersebut, PCNU bisa belajar dan mensinergikan programnya dengan PWNU. Terutama dalam empat bidang yang disampaikan oleh PWNU tersebut.
“Senang atas kegiatan silaturrahim ini, karena bisa shering dan berkoordinasi terkait program kerja. Terutama dengan program PWNU di bidang ekonomi,” katanya.
Bupati Tuban, H. Fathul Huda yang sekaligus wakil tanfidziyah PWNU Jawa Timur saat hadir ditengah acara tersebut mengatakan, PWNU akan senantiasa merespon positif komunikasi antara ulama dan umaro’ sehingga bisa berjalan dengan baik. Selain itu, meminta kepada semua PCNU agar mampu membuat isu-isu strategis dalam upaya menjalankan programa-program baik dalam ranah pendidikan, ekonomi maupun yang lainnya.

Terpenting yaitu terkait pendidikan. Dengan keberadaan Ma’arif seyogyanya mampu untuk melakaukan terobosan ke depan terkait pendidikan di Tuban. Tidak hanya itu, semua program khususnya pemberdayaan ekonomi khususnya harus disikapi dengan serius. Sebab hal itu merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan pereokomian warga nahdliyin.(wandi)

Selasa, 02 September 2014

Pemkab Gelar Nuzul Qur'an


TUBAN KOTA- Pemerintah Kabupaten Tuban, pada 19 Juli lalu menggelar acara Nuzul Qur'an di Pendopo Krido Manunggal. "Peringatan malam Nuzul Qur'an atau malam turunya Al Qur'an tak lepas dari wahyu pertama yang diberikan pada nabi Muhammad SAW, yakni iqra' atau perintah membaca," ujar Bupati H. Fathul Huda saat memberi sambutan.
Menurutnya, membaca Al Qur'an merupakan perintah dari Allah untuk manusia yang berguna sebagai pembuka kebahagian dunia dan akhirat. Maka dari itu, membaca al Qur'an sangatlah penting. Karena bisa tercipta perilaku manusia yang baik dan berjalan sesuai petunjuk Allah SWT.
"Pemasangan kaligrafi atau kalimat Allah yang ada di kantor dinas, jalan raya maupun tempat umum lainnya, tidak lain karena bertujuan untuk menciptakan Al Qur'an sebagai hiasan hati dan perilaku yang baik," tambah wakil Tanfidiyah PWNU Jawa Timur ini.

Penyampai tausiayah pada acara tersebut  adalah  Prof. Dr. Ahmad Zahro, MA guru besar UINSA Surabaya. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan tentang mukjizat nabi muhammad SAW saat menerima Al Qur'an. Dalam mukjizat tersebut sangat agung, jika dibandingkan dengan mukjizat yang diterima oleh para nabi sebelumnya. Sehingga wajar jika Al Qur'an akan selalu terjaga sampai hari kiamat nanti. (wandi)

LDNU Isi Materi Pondok Romadlon SMANSA Tuban

TUBAN KOTA- Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Tuban mengisi acara pondok Ramadlan SMA Negeri 1 Tuban (SMANSA) yang pertama kalinya pada Ramadhan tahun ini. Kesempatan itu diperolehnya saat SMANSA bekerja sama dengan Takmir Masjid Al-Falah Tuban dalam menyelenggarakan pondok Ramadhan. Acara tersebut diadakan pada Kamis, 17 Juli lalu di Masjid Al-Falah Tuban. Selama sehari penuh LDNU mengisi materi acara tersebut.
Dengan materi “Perbankan dan Perekonomian Islam”, seluruh siswa IPA-IPS kelas 3 mengikutinya. Ust. H. M.Gholib. S.Pd.I (Sekretaris LDNU Tuban)dipercaya ketua LDNU untuk menyampaikan materi tersebut.
Ustadz alumnus Yaman ini menjelaskan tentang sejarah perkembangan perekonomian Islam di dunia sampai ke Indonesia, problem dan tantangan ekonomi Islam saat ini, instrumen keuangan syariah di Indonesia dan beberapa akad yang dikenal dalam perekonomian Islam.

Salah satu jenis akad yang dijelaskan Gholib adalah tentang Murabahah. Menurutnya, Murabahah adalah pembiayaan saling menguntungkan yang dilakukan oleh pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan, melalui transaksi jual-beli, dengan penjelasan bahwa harga pengadaan barang dan harga jual terdapat nilai lebih yang merupakan keuntungan pemilik modal dan pengembaliannya dilakukan secara tunai atau angsur. (wakhid)

Sabtu, 22 Maret 2014

PC Fatayat Tuban Launching Ngaji Rutin

TUBAN KOTA- PC Fatayat NU Tuban melaunching program barunya untuk membantengi warga Fatayat NU dari pengaruh paham-paham sempalan. Program itu berupa pengajian rutin Jum’at Pon-an. Sembari menyosialisasikan program baru tersebut, Hj. Umi Kulsum, ketua PC Fatayat NU Tuban, mengatakan bahwa acara tersebut juga diagendakan untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Aula kantor PC NU Tuban menjadi saksi launching program baru itu pada Minggu (16/02) yang lalu.
“Kini semakin merebak paham-paham sempalan. Untuk itu, kegiatan pengajian rutin Jum’at Pon ini nanti diharapkan mampu membantengi warga Fatayat dari pengaruhnya,” ungkap Umi.
Selain tujuan tersebut, Umi juga menjelaskan bahwa karena pesertanya diutamakan dari para da’i Fatayat yang memegang majelis ta’lim di berbagai daerah, maka pengajian rutin itu nanti juga diagendakan sebagai usaha untuk menghidupkan Forum Da’iyah Fatayat NU Tuban.
“Acara ini juga kami jadikan sebagai alat koordinasi pengurus Fatayat NU,” pungkasnya. (wakhid)

Sosialisasi Bahaya NAPZA di SMK YPM 12 Tuban

FOKUS: Peserta didik mendengarkan sosialiasasi NAPZA yang diadakan oleh Dinkes Kab. Tuban.
TUBAN KOTA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban pertengahan Februari lalu mengadakan sosialisasi tentang bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) keliling ke beberapa sekolah. Seperti yang terjadi pada Senin (17/02) yang lalu, pegawai Dinkes datang ke SMK YPM 12 Tuban untuk menjelaskan bahaya NAPZA itu. Purwandono (seksi kesehatan sekolah dan ponpok pesantren-Dinkes Tuban) menjelaskan bahwa mengonsumsi narkoba sangat berbahaya. “Bahkan bisa menyebabkan kematian,” tandasnya.
Sementara Lestari (ketua OSIS SMK YPM) merasa senang dengan adanya kegiatan sosialisasi itu. “Pastinya  bisa tambah wawasan akan bahaya NAPZA. Bagi anak-anak yang belum maupun yang sudah memakai, kegiatan ini bisa menjelaskan dan menyadarkan para siswa itu akan bahaya NAPZA,” ungkapnya.
Selama mengikuti kegiatan itu, siswa SMK YPM mendapat penjelasan akan definisi, bahaya, cara mencegah dan merawat pemakai NAPZA.

“Harapannya, adik-adik tidak coba-coba narkoba, karena bisa membuat masa depan adik-adik itu suram sendiri,” kata Purwandono. (wakhid)

Selasa, 06 November 2012

Bupati: Tabloid NUsa jangan Dibagikan Gratis

Pimred Tabloid NUsa, Akhmad Zaini saat menjelaskan rubrikasi Tabloid Nusa kepada Bupati Tuban.

TUBAN KOTA-Kehadiran Tabloid NUsa di tengah-tengah warga NU Tuban diharapkan bisa langgeng. Agar NUsa bisa eksis, Bupati Tuban H Fathul Huda menyarankan agar tabloid ini dikelola secara profesional. ‘’Jangan dibagikan secara gratis. Usahakan semua yang mendapatkan NUsa harus dengan cara membeli,’’ kata mantan ketua PC NU Tuban ini saat menerima Pemimpin Redaksi NUsa Akhmad Zaini di Pendopo Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu.
Bupati menandaskan, pengurus NU pun jangan diberi secara cuma-cuma. Mereka diharapkan bisa menyadarai kalau menerbitkan sebuah tabloid, butuh biaya yang tidak sedikit. Karena itu, jangan berpikir bisa mendapatkan tabloid secara cuma-cuma. Melainkan harus ikut memikirkan biaya cetak yang harus dikeluarkan setiap bulan.

Zaini merespon baik masukan dari Bupati tersebut. Mantan redaktur Jawa Pos ini mengatakan kalau eksistensi NUsa memang sangat bergantung warga NU Tuban yang menjadi pasar utama tabloid ini. ‘’Meski inisiator penerbitan NUsa L.P Ma’arif, namun kehadiran NUsa diproyeksikan untuk memberikan pengabdian terbaik untuk warga NU Tuban secara keseluruhan. Terbukti, berita-berita yang dimuat di NUsa tidak melulu kegiatan Ma’arif. Namun juga kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan oleh PC NU atau banom-banom NU.’’ (wakhid)